Nama : (Lia andhira)
Npm : (106811846)
Kelas : (4C)
Prodi : (Ekonomi Akuntansi FKIP UIR)
A. PERNYATAAN
1. Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan nilai, kriteria-judgment atau tindakan dalam pembelajaran.
2. Penilaian dalam pembelajaran adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program kegiatan belajar.
3. Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian.
B. PENJELASAN
Rustaman (2003) mengungkapkan bahwa asesmen lebih ditekankan pada penialain proses. Sementara itu evaluasi lebih ditekankan pada hasil belajar. Apabila dilihat dari keberpihakannya, menurut Stiggins (1993) asesmen labih berpihak pada kepentingan siswa. Siswa dalam hal ini menggunakan hasil asesmen untuk merefleksikan kekuatan, kelemahan, dan perbaikan belajar. Sementara itu evaluasi menurut Rustaman (2003) lebih berpihak kepada kepentingan evaluator.
Yulaelawati (2004) mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan antara evaluasi dengan asesmen. Evaluasi (evaluation) merupakan penilaian program pendidikan secara menyeluruh. Evaluasi pendidikan lebih bersifat makro, meluas, dan menyeluruh. Evaluasi program menelaah komponen-komponen yang saling berkaitan tentang perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan. Sementara itu asesmen merupakan penilaian dalam scope yang lebih sempit (lebih mikro) bila dibandingkan dengan evaluasi. Seperti dikemukakan oleh Kumano (2001) asesmen hanya menyangkut kompetensi siswa dan perbaikan program pembelajaran.
Harlen (1982) mengungkapkan perbedaan antara asesmen dan evaluasi dalam hal metode. Evaluasi dinyatakan menggunakan kriteria dan metode yang bervariasi. Asesmen dalam hal ini hanya merupakan salah satu dari metode yang dipilih untuk evaluasi tersebut. Selain dari itu, subyek untuk asesmen hanya siswa, sementara itu subyek evaluasi lebih luas dan beragam seperti siswa, guru, materi organisasi, dll. Yulaelawati (2004) menekankan kembali bahwa scope asesmen hanya mencakup kompetensi lulusan dan perbaikan cara belajar siswa. Jadi hubungannya lebih pada peserta didik. Ruang lingkup evaluasi yang lebih luas ditunjukkan dengan cakupannya yang meliputi isi atau substansi, proses pelaksanaan program pendidikan, kompetensi lulusan, pengadaan dan pemingkatan tenaga kependidikan, manajemen pendidikan, sarana dan prasarana, dan pembiayaan.
C. KESIMPULAN
Dari pernyataan dan penjelasan yang saya jabarkan adalah bahwa penilaian , evaluasai, dan pengukuran adalah hal sangat penting untuk mencapai hasil dari pembelajaran. jika pengukuran itu untuk mengukur kwalitas yang selama di ajarkan oleh seorang guru, bagai mana seorang siswa itu bisa menangkap seberapa banyak pelajaran yang di berikan terhadap gurunya tersebut. setelah itu guru memberi penilaian terhadap siswa tersebut, sampai mana kemampuan yang di tangkap oleh siswa, sebenarnya pengukuran ini hamir sama dengan penilaian, jika pengukuran yang di berikan terhadap siswa bisa berhasil, maka akan mendapat nilai yang memuaskan pula. setelah pengukuran barulah ketahap evaluasi, di mana evaluasi ini tahap terakhir untuk menentukan nilai itu sendiri.
dari pendapat beberapa para ahli di atas dapat di simpulkan, ada yang mengatakan lebih di tekankan kepada penilaian saja tetapi ada juga yang di tetapkan oleh evaluasi juga. tapi klau menurut saya penilain itu memang penting, tapi akan lebih sempurnanya jika ada evaluasi. karena evaluasi itu bisa menambah dan menyempurnakan dari nilai tersebut.oleh karena itu jika ingin menjadi seorang guru kita harus mengerti cara menilai anak, penilaian itu bukan sekedar dari hasil ujian , ulangan saja, tetapi nilai itu bisa kita nilai dari keaktivan, prilaku, serta sikap di dalam kelas. maka dari itu penilaian sangat sempurna jika kita tambahkan dengan evaluasi. karena di dalam evaluasi kita dapat mengerti tentang tingkah laku dan mengukur semua yang ada di siswa. oleh karena itu penilaian, pengukuran dan evaluasi sangat erat kaitanya dengan pembelajaran, smuanya mempunyai kegunaan yang saling berkaitan dan timbal balik.
D. REFENSI
http://faesabila.blogspot.com/2011/03/pengertian-dan-konsep-pengukuran.html
http://aderusliana.wordpress.com/konsep-dasar-evaluasi-hasil-belajar
Npm : (106811846)
Kelas : (4C)
Prodi : (Ekonomi Akuntansi FKIP UIR)
A. PERNYATAAN
1. Evaluasi pembelajaran adalah suatu proses atau kegiatan untuk menentukan nilai, kriteria-judgment atau tindakan dalam pembelajaran.
2. Penilaian dalam pembelajaran adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program kegiatan belajar.
3. Pengukuran atau measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan merupakan instrumen untuk melakukan penilaian.
B. PENJELASAN
Rustaman (2003) mengungkapkan bahwa asesmen lebih ditekankan pada penialain proses. Sementara itu evaluasi lebih ditekankan pada hasil belajar. Apabila dilihat dari keberpihakannya, menurut Stiggins (1993) asesmen labih berpihak pada kepentingan siswa. Siswa dalam hal ini menggunakan hasil asesmen untuk merefleksikan kekuatan, kelemahan, dan perbaikan belajar. Sementara itu evaluasi menurut Rustaman (2003) lebih berpihak kepada kepentingan evaluator.
Yulaelawati (2004) mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan antara evaluasi dengan asesmen. Evaluasi (evaluation) merupakan penilaian program pendidikan secara menyeluruh. Evaluasi pendidikan lebih bersifat makro, meluas, dan menyeluruh. Evaluasi program menelaah komponen-komponen yang saling berkaitan tentang perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan. Sementara itu asesmen merupakan penilaian dalam scope yang lebih sempit (lebih mikro) bila dibandingkan dengan evaluasi. Seperti dikemukakan oleh Kumano (2001) asesmen hanya menyangkut kompetensi siswa dan perbaikan program pembelajaran.
Harlen (1982) mengungkapkan perbedaan antara asesmen dan evaluasi dalam hal metode. Evaluasi dinyatakan menggunakan kriteria dan metode yang bervariasi. Asesmen dalam hal ini hanya merupakan salah satu dari metode yang dipilih untuk evaluasi tersebut. Selain dari itu, subyek untuk asesmen hanya siswa, sementara itu subyek evaluasi lebih luas dan beragam seperti siswa, guru, materi organisasi, dll. Yulaelawati (2004) menekankan kembali bahwa scope asesmen hanya mencakup kompetensi lulusan dan perbaikan cara belajar siswa. Jadi hubungannya lebih pada peserta didik. Ruang lingkup evaluasi yang lebih luas ditunjukkan dengan cakupannya yang meliputi isi atau substansi, proses pelaksanaan program pendidikan, kompetensi lulusan, pengadaan dan pemingkatan tenaga kependidikan, manajemen pendidikan, sarana dan prasarana, dan pembiayaan.
C. KESIMPULAN
Dari pernyataan dan penjelasan yang saya jabarkan adalah bahwa penilaian , evaluasai, dan pengukuran adalah hal sangat penting untuk mencapai hasil dari pembelajaran. jika pengukuran itu untuk mengukur kwalitas yang selama di ajarkan oleh seorang guru, bagai mana seorang siswa itu bisa menangkap seberapa banyak pelajaran yang di berikan terhadap gurunya tersebut. setelah itu guru memberi penilaian terhadap siswa tersebut, sampai mana kemampuan yang di tangkap oleh siswa, sebenarnya pengukuran ini hamir sama dengan penilaian, jika pengukuran yang di berikan terhadap siswa bisa berhasil, maka akan mendapat nilai yang memuaskan pula. setelah pengukuran barulah ketahap evaluasi, di mana evaluasi ini tahap terakhir untuk menentukan nilai itu sendiri.
dari pendapat beberapa para ahli di atas dapat di simpulkan, ada yang mengatakan lebih di tekankan kepada penilaian saja tetapi ada juga yang di tetapkan oleh evaluasi juga. tapi klau menurut saya penilain itu memang penting, tapi akan lebih sempurnanya jika ada evaluasi. karena evaluasi itu bisa menambah dan menyempurnakan dari nilai tersebut.oleh karena itu jika ingin menjadi seorang guru kita harus mengerti cara menilai anak, penilaian itu bukan sekedar dari hasil ujian , ulangan saja, tetapi nilai itu bisa kita nilai dari keaktivan, prilaku, serta sikap di dalam kelas. maka dari itu penilaian sangat sempurna jika kita tambahkan dengan evaluasi. karena di dalam evaluasi kita dapat mengerti tentang tingkah laku dan mengukur semua yang ada di siswa. oleh karena itu penilaian, pengukuran dan evaluasi sangat erat kaitanya dengan pembelajaran, smuanya mempunyai kegunaan yang saling berkaitan dan timbal balik.
D. REFENSI
http://faesabila.blogspot.com/2011/03/pengertian-dan-konsep-pengukuran.html
http://aderusliana.wordpress.com/konsep-dasar-evaluasi-hasil-belajar
0 komentar:
Poskan Komentar