Nama : Shara sasmita
Npm :106811001
Kelas : 4A
Prodi :ekonomi akuntansi FKIP UIR
a. Pernyataan
1. Evaluasi belajar akan terlaksana dengan baik apabila ada prinsip dalam pelaksanaan nya
2. Ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor merupakan obyek evaluasi hasil belajar
b. Penjelasan
1.evaluasi hasil belajar akan terlaksana dengan baik apabila ada prinsip-prinsip dalam pelaksanaan nya, yaitu:
· Prinsip keseluruhan ( al-kamal, al-tamam )
Prinsip keseluruhan juga prinsip menyeluruh juga dikenal dengan istilah prinsip komprehensif (comprehensive), dengan prinsip komprehensif dimaksudkan disini bahwa evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat, utuh dan menyeluruh
Selain itu yang harus di ingat adalah evaluasi hasil belajar itu tidak boleh dilakukan secara terpisah-pisah atau sepotong demi sepotong, melainkan harus dilaksanakan secara utuh dan menyeluruh. Dengan kata lain, evaluasi hasil belajar harus mencakup berbagai aspek yang dapat menggambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri peserta didik sebagai makluk hidup dan bukan benda mati. dalam hubungan ini, evaluasi hasil belajar disamping dapat mengungkap aspek proses berpikir( cognitive domain ) juga dapat mengungkap aspek kejiwaan nya( affective domain ) dan aspek keterampilan ( psychomotor domain ) yang melekat pada diri masing-masing individu peserta didik.
· Prinsip kesinambungan (istimrar)
Prinsip kesinambungan juga dikenal dengan istilah prinsip kontinuitas (continuity). Dengan prinsip kesinambungan dimaksudkan disini bahwa evaluasi hasil belajar yang baik adalah evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan secara teratur dan sambung-menyambung dari waktu ke waktu.dengan evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan secara teratur, terencana, dan terjadwal itu maka di mungkinkan bagi evaluator untuk memperoleh informasi yang dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan atau perkembangan peserta didik, sejak dari awal mula mengikuti program pendidikan sampai saat mereka mengakhiri program pendidikan yang mereka tempuh.
Evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan secara berkesimbungan itu juga dimaksudkan agar pihak evalutor(guru,dosen, dll) dapat memperoleh kepastian dan kemantapan dalam menentukan langkah-langkah atau merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang perlu diambil untuk masa-masa selanjutnya, agar tujuan pengajaran sebagaimana telah dirumuskan pada tujuan instruksional khusus(TIK) dapat dicapai sebaik-baiknya
· Prinsip obyektivitas (maudlu 'iyyah )
Prinsip obyektivitas(objectivity) mengandung makna, bahwa evaluasi hasil belajar dapat dinyatakan sebagai evaluasi yang baik apabila dapat terlepas dari faktor-faktor yang sifat nya obyektif. Sehubungan dengan itu, dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar, seorang evaluator harus senantiasa berpikir dan bertindak wajar, menurut keadaan yang senyatanya, tidak dicampuri oleh kepentingan-kepentingan yang berisifat subjektif. Prinsip ketiga ini sangat penting , sebab apabila dalam melakukan evaluasi unsur-unsur subjektif menyelinap masuk kedalam nya, akan dapat menodai kemurnian pekerjaan evaluasi itu sendiri.
2. Ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor merupakan obyek hasil evaluasi hasil belajar.
Menurut benjamin S.Bloom dan kawan-kawan nya ( M.D englehart, E.Furst, W.H. Hill, DanieR. Krathwohl dan Ralph E.taylor ) bahwa tujuan pendidikan itu harus senantiasa mengaju kepada tiga jenis
1. Ranah kognitif ( cognitive domain)
2. Ranah afektif ( affective domain)
3. Ranah psikomotor ( psychomotor domain)
Dalam konteks evaluasi belajar maka ketiga domain atau ranah itulah yang harus dijadikan sasaran dalam setiap kegiatan evaluasi hasil belajar, yaitu
1. Apakah peserta didik sudah dapat memahami semua bahan materi pelajaran yang telah diajarkan kepada mereka
2. Apakah peserta didik sudah dapat menghayati nya?
3. Apakah materi pelajaran yang telah diberikan itu sudah diamalkan secara kongkret dalam praktek atau dalam kehidupan nya sehari-hari?
· Ranah kognitif
Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Menurut bloom, segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif. Dalam ranah kognitif itu terdapat enam jenjang proses berpikir, mulai dari jejang terendah sampai dengan jenjang tertinggi. Ke enam jenjang yang dimaksud adalah:
· Pengetahuan (knowledge) adalah kemampuan seseorang untuk mengingat-ingat kembali ( recall ) atau mengenali kembali nama, istilah, ide, gejala, rumus-rumus dan sebagainya, tanpa mengharapkan kemampuan untuk menggunakan nya.
· Pemahaman ( comprehension ) adalah kemampuan seseorang untuk mengerti atau memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui atau di ingat. Dengan kata lain, memahami adalah mengetahui tentang sesuatu dan dapat melihat nya dari berbagai segi. Seorang peserta didik dikatakan memahami sesuatu apabila ia dapat memberikan penjelasan atau memberi uraian yang lebih rinci tentang hal dengan mengunakan bahasanya sendiri
· Analisis ( analysis ) adalah kemampuan seseorang untuk merinci atau menguraikan sesuatu bahan atau keadaan menurut bagian-bagian yang lebih kecil dan mampu memahami hubungan diantara bagian-bagian atau faktor-faktor yang satu dengan faktor yang lain
· Sintesis (synthesis) adalah kemampuan berpikir yang merupakan kebalikan dari proses berpikir analisis. Sintesis merupakan suatu proses yang memadukan bagian-bagian atau unsur-unsur secara logis, sehingga menjelma menjadi suatu pola berstruktur atau berbentuk pola baru
· Penerapan atau aplikasi (application) adalah kesanggupan seseorang untuk menerapkan atau menggunakan ide-ide umum, tata cara, ataupun metode-metode, prinsip-prinsip, rumus-rumus, teori-teori dan sebagainya, dalam situasi yang baru dan kongkret
· Penilaian/penghargaan/evaluasi ( evaluation ) adalah merupakan jenjang berpikir paling tinggi dalam ranah kognitif menurut taksanomi bloom. Penilaian atau evaluasi disini merupakan kemampuan seseorang untuk membuat atau ide. Misalnya ketika sesorang dihadapkan pada beberapa pilihan maka ia akan mampu memilih satu pilihan yang terbaik, sesuai dengan patokan-patokan atau kriteria yang ada.
· Ranah afektif
Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Beberapa pakar mengatakan bahwa sikap seseorang dapat diramalkan perubahan nya apabila seseorang telah memiliki penguasaan kognitif tingkat tinggi. Ciri-ciri hasil belajar afektif akan tampak pada berbagai tingkah laku.
Ranah afektif ini oleh kratwohl (1974) dan kawan-kawan di kelompokkan menjadi lima jenjang yaitu:
Ø Receiving atau attending (= menerima atau memperhatikan ), adalah kepekaan seseorang dalam menerima rangsangan (stimulus) dari luar yang datang kepada dirinya dalam bentuk masalah, situasi, gejala dan lain-lain
Ø Responding (=menanggapi), artinya "adanya partisipasi aktif". Jadi kemampuan menanggapi adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mengikut sertakan diri nya secara aktif dalam fenomena tertentu dan membuat reaksi terhadapnya dengan salah satu cara.
Ø Valuing(menilai=menghargai), adalah memberikan nilai atau memberikan penghargaan terhadap suatu kegiatan atau obyek, sehingga apabila kegiatan itu tidak dikerjakan, dirasakan, akan membawa kerugian atau penyesalan. Valuing adalah merupakan tingkatan afektif yang lebih tinggi lagi dari pada receiving dan responding
Ø Organization(=mengatur dan mengorganisasikan) artinya mempertemukan perbedaan nilai sehingga terbentuk nilai baru yang lebih universal, yang membawa kepada perbaikan umum. Mengatur dan mengorganisasikan merupakan pengembangan dari nilai kedalam satu sistem organisasi, termasuk di dalam nya hubungan satu nilai dengan nilai lain, pemantapan dan prioritas nilai dengan nilai lain, pemantapan dan prioritas nilai yang telah dimilikinya
Ø Characterization by a value or value complex(= karakterisasi dengan suatu nilai atau komplek nilai), yakni keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang, yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya. Disini proses internalisasi nilai sudah menempati tempat tertinggi dalam suatu hierarki
3.ranah psikomotor
Ranah psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan atau skill atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu. Hasil belajar ranah psikomotor dikemukakan oleh simpson(1956) yang menyatakan bahwa hasil belajar psikomotor ini tampak dalam bentuk keterampilan(skill) dan kemampuan bertindak individu. Hasil belajar psikomor ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif( memahami sesuatu) dan hasil belajar afektif( yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan-kecenderungan untuk berprilaku). Hasil belajar kognitif dan afektif akan menjadi hasil belajar psikomotor apabila peserta didik telah menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai dengan makna yang terkandung dalam ranah dalam ranah kognitif dan ranah afektifnya.
C. kesimpulan pribadi
a. kesimpulan pernyataan pertama
suatu evaluasi hasil belajar itu akan terlaksana dengan baik apabila sebelum melaksanakan nya ada prinsip-prinsip yang kita laksanakan. Prinsip ini ada 3 Kategori yaitu:
1. Prinsip keseluruhan
Maksud nya disini dalam pelaksanaan evaluasi, seorang evaluator harus melaksanakan nya dengan menyeluruh dan utuh. Dengan kata lain dalam melaksakan evaluasi bukan hanya ranah kognitif saja yang harus di ungkap melainkan harus ada nya ranah afektif dan psikomotor yang harus di ungkapkan. Lebih jelas nya lagi bukan hanya kemampuan berpikir dari peserta didik saja melainkan bagaimana sikap dan keterampilan dari peserta didik itu
2. Prinsip kesinambungan
Maksudnya disini evaluasi yang dilaksanakan harus bersifat sambung menyambung dari waktu ke waktu. Harus ada nya rencana yang teratur. Hal ini agar seorang pengajar dapat memperoleh informasi sejauh mana peserta didik nya memahami materi dan sejauh mana perkembangan nya terhadap materi-materi yang telah di ajarkan.
3. Prinsip obyektivitas
Dalam pelaksanaan evaluasi seorang pengajar ( dosen, guru dsb ) harus pandai berpikir dan beritindak yang wajar agar sebuah evaluasi akan terlaksana dengan baik dan tidak ada nya dicampuri kepentingan-kepentingan yang bersifat subyektif. Dalam prinsip ini merupakan prinsip yang sangat penting karena apabila seorang pengajar melakukan evaluasi ini ada nya unsur-unsur subyektif maka dapat menodai evaluasi itu sendiri
b.kesimpulan pernyataan ke 2
sasaran dari evaluasi belajar bukanlah hanya terletak pada pemahaman ranah kognitif saja, melainkan juga mencakupi ranah afektif dan psikomotor. Evaluasi yang berhasil adalah apabila peserta didik telah bisa memahami ranah kognitif, hal ini berhubungan dengan pemahaman materi yang telah di ajarkan kepadanya, bagaimana proses ia berpikir dari pemahaman, pengetahuan, penerapan, analisis, sintesis, penilain dan juga dilihat dari ranah afektif nya, hal ini berhubungan dengan bagaimana sikap dan prilaku peserta didik setelah ia menguasai ranah kognitif. Selain itu, bisa juga dilihat dari ranah psikomotor, dalam ranah psikomotor ini bisa dilihat bagaimana kemampuan atau keterampilan peserta didik setelah ia menguasai ranah kognitif dan afektif. Jadi tiga ranah itulah yang harus bisa di kuasai peserta didik, apabila ketiga ranah ini telah bisa peserta didik terapkan maka suatu evaluasi hasil belajar dapat dikatakan berhasil atau berjalan dengan baik.
D. sumber tulisan
Ø Buku pengantar evaluasi pendidikan
Prof. Drs. Anas sudijono
Divisi buku perguruan tinggi
PT. Raja Grafindo persada
Jakarta
0 komentar:
Poskan Komentar